I Will When I Believe
Saturday, 26 December 2009 @ 22:00 | 0 notes

Setitik benda kecil dapat menyebabkan kejatuhan. Penderitaan itu mengoyak hatiku, mengirisnya pelan-pelan hingga membuatnya berlubang. Lubang yang di kemudian hari bertambah membesar itu membuatku sakit, amat sakit. Meskipun semua orang tidak mendengarkan suara yang pelan nan lembut itu, aku selalu mendengarnya. Namun aku menyimpannya diam-diam, berpura-pura sebagai seorang gadis polos dengan mengedipkan mata sesekali dengan sangat tolol. Ada hari di mana aku tidak meggubris prinsip-ku, dan mengabaikan niatku yang ingin sekali disebut sebagai pribadi yang berhati baja. Ada hari di mana aku begitu terbuka, menceritakannya pada orang lain meskipun aku merasa agak tersipu setelahnya. Perasaan yang merasuki tubuh saat bersitatap dengan seseorang begitu kuat, seperti angin yang berusaha mencari-cari celah untuk menepiskan dinding batu.

Suara-suara hati menyerukan kalimat pertanyaan, kendatipun demikian naluri seseorang tidak bisa dijadikan panutan. Aku tetap tidak bisa merobohkan batu-batu besar yang melindungi setiap garis pemikiran orang itu, atau manusia lain—apa saja. Sudah ditetapkan begitu, dan aku begitu menghargainya lebih daripada yang harus kukatakan. Berharap akan sesuatu yang tidak pasti sungguh menjemukan, dan sia-sia. Kerap kali aku bertanya apa yang akan menjadi keuntungannya jika ada sesuatu yang mirip sampah masuk ke dalam kepalaku. Sungguh jenaka, suatu hal kecil dapat membuat bibirku melengkung membentuk senyuman karena jengkel. Aku menguasai diriku sendiri, menahannya untuk terus berpikir bahwa, tidak ada satu hal kecilpun yang tidak membuat hidupku begitu berharga.

Sukar rasanya untuk mencapai puncak, namun begitu mudahnya terjatuh ke dasar jurang. Tidak mudah menyesuaikan diri dengan atmosfer-atmosfer yang dirasa begitu berbeda. Pribadi-pribadi berbeda, wajah-wajah asing, bisikan-bisikan teredam—yang meskipun mengeluarkan senyuman hangat padaku, tetap saja membuatku begitu gelisah. Ingin rasanya aku mengetahui jawaban dari satu pertanyaan yang terus melekat di dalam benakku: ‘apa yang mereka pikirkan tentangku?’. Tidak tahu pasti, hingga membuatku terus terundung dalam ketidakpercayaan diri—membuatku melangkah dengan tidak bebas. Tidak percaya akan apa yang kumiliki, merasa mungkin saja mereka lebih baik.

Tolol. Tolol sekali.

Aku merutuki diri sendiri, ketika sadar apa yang telah kulakukan bersama ego kecilku. Tinta-tinta yang terpeta di atas selembar perkamen itu bukanlah akhir dari segala keadaan baru. Kubisikkan pada diriku sendiri, meyakinkan bahwa aku bisa melakukan yang lebih baik daripada ini. Tidak peduli betapa rapuhnya harapan itu, dan meraihnya bagai mencari sebuah jarum di tumpukan jerami. Aku akan berjalan dengan tegak sembari memikirkan betapa tidak kurangnya diriku akan suatu apapun. Akan ada keajaiban, ketika aku percaya. Ketika aku percaya, aku akan mendapatkannya. Semoga.

Labels: ,


Points of View from People Who Live on the Doomed Earth
Thursday, 17 December 2009 @ 13:01 | 0 notes

spook_the_ghost: I seriously need this break though... So much has gone on at my school in the past month alone, it's not even funny...
nightxbaroness: what is it about? :|
spook_the_ghost: Well one of my closest friend's is acking like an idiot over his ex... And recently really hurt himself over him... -_
spook_the_ghost: -_-*
nightxbaroness: you mean, your close friend still likes his ex-GF?
spook_the_ghost: No... But his ex-BF told him something that made him snap last night and hurt himself...
nightxbaroness: his ex-BF?? w-what do you mean? :|
spook_the_ghost: His ex-boy friend o.o
nightxbaroness: HIS EX BOY FRIEND? :-B
spook_the_ghost: Ya? o.o
nightxbaroness: you mean that.... your friend is a... ?
spook_the_ghost: Yes... My friend's gay... o.o
nightxbaroness: ...........
nightxbaroness: he doesn't know that God has made a lovely creature called girl
nightxbaroness: us-lovely creatures
spook_the_ghost: But what does is matter if he's gay? The point is he hurt himself because of someone he's been trying to get over.
nightxbaroness: aren't you even scared of your friend?
spook_the_ghost: No. He's a normal person like me.
nightxbaroness: it really matters :| we're made to seek our opposite.
nightxbaroness: are there too many gays in America? I want to know :|
spook_the_ghost: Does it really matter that he's gay...? He's my friend and I'm worried about him...
nightxbaroness: okay. actually, what's with his lovely guy?
spook_the_ghost: He cheated on him while they were in a relationship and it hurt my friend very much... From what he told me, when his host mother (because he's an exchange student) found him hurting himself, she said it wasn't at all like him and she worried that it seriously hurt him, psychologically.
nightxbaroness: Oh my God. tell your friend stop acting like an idiot. go seek another normal girl. come on.... america isn't lack of beautiful girls :|
spook_the_ghost: I'm not going to tell him what to love, but he said that he was going to get mental help for his problem with hurting himself.
nightxbaroness: .......
nightxbaroness: God made Adam and Eve, not Adam and Steve.
spook_the_ghost: We have different views on the subject. Let's just leave it with that okay...? I don't want to get into religious and life views because I know it will end badly.
nightxbaroness: okay. but i am curious, is it normal to be a lesbian or homo in America? :|
spook_the_ghost: For some people... Others have your opinion of the subject, but I personally don't judge someone because of their sexual preferences.
nightxbaroness: you're a girl, right?
spook_the_ghost: Yes. I am a girl.
nightxbaroness: go try to find a good boy ^^
nightxbaroness: like saguru hakuba--awwww
spook_the_ghost: IF ONLY.
nightxbaroness: huh?
spook_the_ghost: Any boy I like at my school is always taken...
spook_the_ghost: That and I could only wish to find a boy like the always wonderful Saguru Hakuba...
nightxbaroness: yea. and don't follow your friend, will you? not normal. we--the girls--have to seek prince charming like saguru hakuba.
spook_the_ghost: My friend is a good person... He just likes boys...
nightxbaroness: hummm....
nightxbaroness: :)

Just one word: creepy.

Labels: , , ,


Grudge
Sunday, 6 December 2009 @ 15:26 | 0 notes

Aku tidak suka.

Dan aku tidak mau terbelenggu oleh ceritanya yang terkesan superior. Kesan 'wah' itu hanya akan ditangkap oleh orang lain, tentu. Tapi tidak untukku--sebaliknya, aku malah benci. Benci melihat bagaimana hidung kembang-kempisnya bermain sementara cerita hidupnya dibuat seolah-olah itu adalah sebuah cerita klasik zaman Victoria. Oh, rupanya di situ dia akan berperan sebagai seorang tuan putri. Tentu, aku tidak menggunakan mulutku untuk bertanya padanya, karena aku sudah tahu pasti apa yang akan menjadi jawabannya. We used to be friends, but now... we're no longer.

Aku tahu benar bahwa semua orang berubah seiring dengan berjalannya waktu. Dan akan tiba waktu bagiku untuk mengalami hal yang sama. Namun, bukan ini yang kuharapkan dari seseorang. Kesan pertama saat mengenal seseorang memang terkesan manis, karena semua orang mempunyai topeng untuk menutupi sisi gelap mereka masing-masing. Mungkin aku agak picik, dan sensitif--sehingga terlalu mudah untuk membuatku membenci orang lain. Oh, yang benar saja... seolah-olah tanpa dosa bibir mereka bergerak-gerak saat mengucapkan hinaan yang tidak pantas? Aku tidak terlalu baik untuk mendengarkan itu semua. Dia tidak pernah mengenalku sebaik orang-orang yang berada di sisiku. Dan tolong jangan berbicara seolah-olah kita selalu bersama-sama layaknya teman dekat. Kita bukan lagi, kan?

Ingin rasanya aku memberikan cermin padanya, agar ia sadar akan dirinya yang sebenarnya. Meskipun terkadang cermin selalu diibaratkan sebagai pantulan dari yang asli. Ha, lihatlah cermin itu! Apakah kau lebih baik dariku? Tidak. Ia tidak akan pernah mendapatkan posisi di mana sebuah mahkota cantik diletakkan di atas kapala. Tokoh antagonis tidak akan pernah merenggut kemenangan di cerita klasik manapun. Orang itu tidak akan bisa memperlakukan dirinya bak seorang putri dari kastil megah yang terletak di atas bukit. Aku memainkan peranku jauh lebih baik. Tertawalah keras-keras... dan kita akan melihat siapa yang akan menangis darah di saat-saat terakhir.

Labels: